Jumat, Oktober 17, 2008

Antibiotik

Siapa sih yang nggak tahu antibiotik? Salah seorang teman chat malah mengaku kalau anaknya batuk pilek, selalu minta (bukan dikasih) antibiotik sama dokter. Terus nita tanya ke dia, antibiotik itu obat apa sih? dan pilek itu sebabnya apa sih? Nyambung nggak kalau pilek dikasih antibiotik?

Waktu kira-kira umur Radit 9 bulan, pernah dia kena Roseola (setelah muncul bintik, nita baru tahu itu). Panasnya tinggi hingga hampir 40 derajat. Dokter langsung meresepkan antibiotik. Setelah di tes darah (krn dokternya takut itu DB), alhamdulillah gak kenapa-napa. Setelah panasnya turun, barulah muncul bintik2 merah kecil di wajah dan sebagian badannya. Kalau kata orang Jawa, namanya Gabagan.

Waktu dokter meresepkan antibiotik, nita sih tebus obatnya. Tapi nita nggak kasih ke Radit, karena nita tahu kalau roseola itu karena virus. Suami dan adik menekan nita, mereka bilang: "dokter kan lebih tahu masalah ini, udah.. kasih aja antibiotiknya... " Setelah Nita jelaskan kepada mereka, suami menyerahkan semua pada nita (walaupun mungkin dia lebih percaya dokter ya). Adik Nita tetep pada pendiriannya, kalau Radit harus dikasih antibiotik. Katanya dokter itu nggak sembarangan ngasih obat, dia itu udah belajar lama. (mungkin dalam hatinya: kalau Teteh tau apa?). Apa yakin kalau itu Roseola? Gimana kalau itu penyakit lain?

Dari hasil browsing, tanya teman2, dan tanya milis, nita berkesimpulan: tetep gak perlu antibiotik kayaknya. Dan alhamdulillah, setelah 3 hari (setelah panasnya turun), bintik2nya juga hilang tak berbekas.

Nita bukannya anti sama antibiotik. Ada penyakit2 tertentu yang memang membutuhkan antibiotik. Tapi kalau tidak perlu, kenapa harus pakai? betul kan?

2 komentar:

sondang mengatakan...

Betul mbak...Antibiotika (AB) gak bisa mbunuh virus, karena virus itu emang gak bisa dibunuh,yang bisa mematikan virus adalah antibodi spesifik yg diciptakan oleh sistim kekebalan tubuh penderita manakala tubuh kemasukan virus/antigen, nah...masalahnya tubuh membutuhkan waktu untuk membuat antibodi spesifik tersebut (Imunoglobulin (G/M) dan sel2 pertahanan tubuh), periode itulah sebenarnya daya tahan tubuh penderita sedang lemah karena panas, dehidrasi, hipoglikemi dll, sehingga dikuatirkan kuman2 opportunis/komensal yg memang ada ditubuh kita (sal nafas, cerna, kemih, kulit dll) berubah menjadi ganas...dan menimbulkan infeksi tumpangan/oportunis, sehingga dokter memberikan juga antibiotika, sehingga diharapkan tidak terjadi double infection. Tapi seandainya keadaan Umum/gizi si penderita baik...mau makan, mau minum, panas bisa dikendalikan,anak sadar, biasanya dokter tidak meresepkan AB.

mommy adit mengatakan...

Terima kasih penjelasannya Pak Dokter....